Sabtu, 12 Februari 2011

PENANAMAN SENGON

Dalam penanganan pembibitan Sengon tentu sangatlah sukar, karna dalam penanganan sengon yang pertama ini yaitu pnyemayan bibit.

Banyak petani yang mengeluh dan kalah semangat dalam penanaman sengon, karna metode yang mereka pakai kurang tepat.

adapun metode yang petani yang sudah cukup baik untuk kita tiru adalah sebelum melakukan pesemayan hendahklah benihnya di rendam dengan air panas dan didiyamkan selama sehari semalam, karena benih sengon kulitnya sangat tebal sehinga benih terlebih dahulu kita rendam dengan air hangat.

setelah direndam selama sehari semalam benih kita semaikan kebedengan yang kita siapkan. setelah dibedenan persemyan lalu bibit kita pindahkan ke polibag ukuran 10 x 20 cm agar untuk mendapatkan perawatan yang insentif. setelah berumur 3 bulan bibit dipolibag sudah bisa kita lepas kelapangan. agar akar tanaman lebih meluas dalam pertumbuhannya. adapun cara jarak kami menanam jaraknya 150 cm agar tanamantidak mudah tumbang dan tanaman lebih cepat meningi.

Kamis, 10 Februari 2011

PERTANIAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN DI SAMBAS

Negara kita memang dinyatakan sebagai negarara agraris. secarara kusus, demikian juga di walayah kabupaten sambas.
namun bila di cermati, pada kenyataannya, menurut data yang ada, minat kepada bidang pertanian di kalangan generasi muda terus menurun.

kondisi tersebut dapat ditemukan scara jelas di lingkungan pedesaan simpang empat kecamatan tangaran kabupaten sambas, hampir 78% menyatakan bahwa tidak ingin anaknya menjadi petani.

ini kenyataan yang cukup memperihatikan. ironinya, dalam penelitian sederhana itu ditemukan bahwa mereka yang ingin anaknya menjadi petani sebagian besar adalah para petani mantan pensiunan pegawai negri yang setelah pensiun menikmati hidup tenang menjadi petani.

Salah pandang terhadap pertanian menyebabkan minat masyarakat pedesaan, terutama generasi muda, meski usaha bidang pertanian menjadi minim.
penulis menduga yang menjadi penyebabnya, antara lain, adanya anggapan bahwa pertanian tidak prosfektif, hanya on farm dan tidak punya nilai tambah, maka tidaj mempunyai daya tarik bagi generasi muda desa. generasi muda di desa lebih tertarik untuk mengadu nasib ke negri jiran, malaysia yang lebih nampak jelas prosfeknya. sebagian lagi, ingin berwiraswasta di bidang yang ditekuni dan berwiraswasta di bidang jasa dan negara.

Angapan tersebut di atas bisa muncul karena masyarakat melihat petani hanya sebagai subsistem, hanya bercocok tanam( on farm). padahal tidak seperti itu. pertanian merupakan proses dari on farm rampai off farm, dan bahkan sampai ke industri. dengan demikian, sebenarnya lapangan kerja di pertanian sangat luas.